Mengenal Penggunaan Bollinger Bands dalam Trading
Sumber Gambar; freepik

Mengenal Penggunaan Bollinger Bands dalam Trading

Mengenal Penggunaan Bollinger Bands dalam Trading

Mengenal Penggunaan Bollinger Bands dalam Trading – Siapa di antara Anda yang tidak tahu Bollinger band? Untuk pedagang pemula, Bollinger Band adalah indikator teknis populer yang digunakan dalam perdagangan. Bollinger band adalah kunci utama agar aktivitas trading Anda bisa menghasilkan profit.

Sampai saat ini, banyak trader yang mengklaim bahwa jika ingin mendapatkan profit saat trading, Anda harus familiar dengan indikator teknikal ini. Indikator ini sendiri berupa garis yang ditarik ke dalam. Selain itu, indikator ini berkisar pada struktur pergerakan saham yang diperdagangkan atau harga komoditas.

 

Ketahui Kegunaan Dari Indikator Bollinger Band

Nah, dengan Bollinger band itu sendiri, batas relatif penurunan atau kenaikan harga akan muncul. Pada awal kemunculannya, Bollinger band pertama kali dikembangkan oleh John Bollinger, salah satu trader teknikal terkenal.

Sejarah munculnya indikator teknis berdasarkan pengalaman pribadi yang diterapkan pada komputer mikro dimulai pada tahun 1977. Hingga akhirnya, Bollinger terlibat dalam pekerjaan komputer untuk analisis teknis.

Seiring dengan evolusi teknologi, Bollinger terus mengembangkan grup energi yang misinya mencatat evolusi tren industri. Dari sinilah Bollinger Band terus berkembang hingga saat ini.

 

Penggunaan Indikator Bollinger Bands Untuk Trading

Sebagai seorang trader, Anda harus tahu bagaimana mengukur volatilitas pasar dan mampu memprediksi sejauh mana pergerakan harga. Nah, dengan Bollinger Bands Anda akan terbantu untuk memutuskannya.

Indikator ini memiliki 3 garis yang terus bergerak setelah aksi harga. Tiga garis tersebut adalah: bilah atas, bilah tengah, bilah bawah

Cara kerja middle band adalah untuk moving average, yang menjadi dasar untuk menghitung lower band dan upper band. Kemudian rentang tengah ini digunakan untuk menganimasikan sampel rata-rata. Ketiga garis tersebut dipengaruhi oleh fluktuasi arus. Jadi ketika volatilitas meningkat, jarak antar band terus melebar dan sebaliknya.

Baca Juga :  Keuntungan Trading Forex, Dari Modal Minimum hingga Fleksibilitas

Memiliki indikator teknis ini dapat membantu trader mengetahui kondisi pasar saat ini. Jika indikator lebar, maka pasar sedang sibuk dan jika sempit atau datar, maka pasar tenang.

 

Cara Menerapkan Strategi Bounce Trading

Akar aktivitas trading bisa menguntungkan, lalu bagaimana strategi yang harus dilakukan saat menggunakan rebound trading? Perdagangan retracement dapat dilakukan dengan menggunakan Bollinger Bands.

Aplikasi ini dapat memanfaatkan pita bawah dan pita atas sebagai area resistance dan support. Pita bawah akan digunakan sebagai support dinamis dan pita atas akan digunakan sebagai resistensi dinamis. Sementara divisi menengah tetap terlibat sebagai target.

Setelah batas atas atau bawah tercapai, harga akan kembali ke kisaran tengah. Kondisi ini bisa digunakan untuk mendapatkan entry point. Anda bisa mencari level jual di zona atas atau bawah dan sebagai target di zona kisaran menengah.

Saat harga mencapai upper band, trader kesulitan menentukan harga. Haruskah menerobos ke atas atas atau berhenti di situ. Karena daerah ini adalah tempat terbaik untuk dijual.

Jika tidak mau salah, Anda harus lebih sabar menunggu konfirmasi rebound dari bar chart yang ditutup di bawah upper band. Jika Anda menetapkan harga, Anda bisa menjual dengan target di kisaran menengah. Jika ingin membeli, tunggu saja harganya mencapai lower band.

Demikian penjelasan mengenai indikator Bollinger Bands yang digunakan untuk mendeteksi trend jangka panjang. Kami berharap penjelasan ini akan menambah wawasan tentang indikator support trading.

Originally posted 2022-07-18 04:49:52.