Pt OVO Finance Indonesia

Pt OVO Finance Indonesia

Pt OVO Finance Indonesia

Pt OVO Finance Indonesia adalah platform pembayaran digital yang menawarkan layanan uang elektronik di Indonesia. Izin usaha perusahaan ini telah ditangguhkan, dan ada kekhawatiran tentang masa depannya. Artikel ini akan membahas praktik bisnis perusahaan. Selain kekhawatiran tersebut, kami juga akan membahas sejarah dan rencana OVO ke depan. Di antara hal yang paling penting untuk diperhatikan adalah izin perusahaan dan lokasinya.

OVO adalah platform pembayaran digital

OVO adalah aplikasi dompet seluler dan layanan keuangan, yang didukung oleh Grup Lippo. Pengguna dapat memasukkan uang ke dompet mereka melalui ATM, pengecer yang berpartisipasi, dan mobile banking, atau menggunakan kartu debit. Setelah dimuat, OVO dapat digunakan di lebih dari 60.000 lokasi di seluruh negeri untuk pembayaran tanpa uang tunai. Aplikasi ini juga memungkinkan pengguna untuk mengumpulkan poin untuk setiap transaksi yang mereka lakukan, menghasilkan penawaran dan hadiah eksklusif.

OVO telah bermitra dengan banyak lembaga keuangan di Indonesia, termasuk Adira Finance, salah satu anggota MUFJ Group. Lembaga keuangan lain yang telah bermitra dengan OVO antara lain Bank BRI, Manulife Aset Manajemen Indonesia, dan Prudential Indonesia. Pelanggannya memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap layanan tersebut, dan OVO telah mengembangkan ekosistem yang kuat. OVO berterima kasih kepada pengguna setianya dan berharap dapat terus berinovasi dan berkembang.

Kemitraan OVO dengan Grab kemungkinan akan menarik lebih banyak investor dari Indonesia, terutama karena bank sentral telah menetapkan persyaratan kepemilikan lokal sebesar 15% untuk operator pembayaran elektronik. Akuisisi ini juga dapat memacu transaksi lebih lanjut di industri pembayaran digital negara tersebut. Selain OVO, Grab telah bermitra dengan Tokopedia, platform e-commerce terkemuka di Indonesia dengan 80 juta pengguna aktif. Kesepakatan ini tidak diragukan lagi akan membantu platform tumbuh di Indonesia dan akan menciptakan lapangan kerja.

Baca Juga :  PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI)

Menawarkan layanan uang elektronik

OVO adalah nama dagang dari perusahaan keuangan yang beroperasi di Indonesia. Perusahaan ini merupakan bagian dari “OVO Group” yang memiliki izin dari Bank Indonesia untuk menyediakan layanan uang elektronik. Telah bermitra dengan perusahaan seperti Bank BRI, Manulife Aset Manajemen Indonesia, dan Prudential Indonesia. Perusahaan ini memiliki sejarah menyediakan layanan uang elektronik, dan nama “OVO” telah digunakan untuk layanannya sejak awal.

Tujuan OVO adalah untuk mempromosikan inklusi keuangan dan meningkatkan literasi keuangan di Indonesia. Dalam hal ini, perusahaan berfokus pada beberapa area inti. Perusahaan membantu memberikan akses yang setara ke layanan keuangan, menyediakan produk keuangan yang relevan bagi mereka yang tidak memiliki rekening bank dan tidak memiliki rekening bank, dan menjangkau sembilan puluh lima persen masyarakat Indonesia yang tidak memiliki akses ke rekening bank. Selain itu, perusahaan membantu pemerintah menyalurkan bantuan kepada lebih dari tiga juta penerima manfaat.

GoPay yang dimiliki oleh PT Aplikasi Karya Anak Bangsa menyediakan layanan uang elektronik melalui GoPay. Layanan ini juga mengoperasikan layanan aplikasi multiguna “Gojek”, yang terkenal dengan layanan pesan-antar makanan dan layanan ride-hailing. Industri keuangan Indonesia masih terbelakang, tetapi revolusi digital mempercepat masuknya kelompok-kelompok yang sebelumnya kurang beruntung. Bahkan, tingkat inklusi keuangan diperkirakan akan mencapai delapan puluh persen pada akhir 2019.

Izin usahanya dicabut

Dalam keterangan resminya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mencabut izin usaha PT. Ovo Finance Indonesia. Pencabutan dilakukan berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham. Juga melarang perusahaan melakukan kegiatan di bidang perusahaan pembiayaan. Pernyataan itu lebih lanjut menyatakan bahwa perusahaan harus menyelesaikan kewajiban dan haknya berdasarkan hukum.

Baca Juga :  Kementerian Keuangan Indonesia

Pencabutan izin usaha tersebut dilakukan karena adanya faktor di dalam dan di luar perusahaan. Direktur Utama OVO Karaniya Dharmasaputra menjelaskan, pencabutan izin usaha OFI tidak berdampak pada lini bisnis uang elektronik perseroan lainnya. Padahal, pencabutan izin usaha OFI tidak berdampak pada seluruh bisnis uang elektronik grup OVO.

Meskipun OVO Finance tidak terkait dengan perusahaan dompet, ia beroperasi dengan nama yang berbeda. Dompet itu sendiri dioperasikan oleh perusahaan terpisah, PT Visionet International. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatur operasional pembayaran dan dompet di Indonesia. Karena OVO Finance Indonesia dan PT Visionet International tidak terkait satu sama lain, mereka tidak terkait.